WiSAtA


Wisata Religi
Surowiti Complex Or Petilasan Pertapaan Sunan Kalijaga
Kawasan wisata bukit surowiti (Petilasan Pertapaan Sunan Kalijaga) adalah sebuah perkampungan kecil yang dihuni oleh +/- 100 rumah tangga, berlokasi di atas bukit yang terjal dengan luas +/- 5 ha. Dengan ketinggian 260 m dari permukaan laut, terletak di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng yang berjarak +/- 40 km dari kota Gresik melalui Jalan Pantura Gresik – Tuban atau +/- 3 Km dari Jalan Raya Panceng. 
Adapun obyek-obyek yang dapat dikunjungi dalam kawasan wisata tersebut:
a. Petilasan Kali Buntung
Di kaki bukit Surowiti terdapat sebuah telaga dan pada tepi telaga ditumbuhi rumpun bamboo. Menurut cerita tutur tempat tersebut pada jaman dahulu merupakan seungai anak Bengawan Solo, yang merupakan tempat R. Sahid (nama asli Sunan Kalijaga) bertapa dan menjaga tongkat Sunan Bonang yang tertancap di tepi sungai (Kali Buntung), akhirnya tongkat tersebut menjadi rerumputan bamboo. Oleh karena itu petilasan tersebut merupakan asal-usul dari sebutan “Sunan Kalijaga” artinya Sunan Penjaga Sungai.
b. Makam Mpu Supa
Menurut cerita penduduk setempat, tempat tersebut merupakan Makam Mpu Supa Mandrangi atau juga disebut Pangeran Sedayu, yaitu seorang “Mpu Linuwih” pada jaman Majapahit. Karya besar beliau berupa Keris Sengkelat, yang merupakan Pusaka tersohor kesaktiannya pada kejayaan Majapahit.
Mpu Supa merupakan adik ipar Sunan Kalijaga dan sekaligus santi Sunan Kalijaga. Banyak orang berziarah ke tempat ini terutama untuk mencari kesaktian dan mencari pusaka (keris).
Di dekat makam Mpu Supa terdapat Goa Macan, yang konon ceritanya sebagai macan peliharaan Ki Singo Wongso (cikal bakal orang Surowito).
c. Makam R. Bagus Mataram
Menurut cerita tutur R. Bagus Mataram adalah seorang punggawa kerajaan Mataram yang kaya. Kemudian meninggalkan Mataram dengan membawa barang kekayaannya menutu Surowiti untuk berguru (nyantri) ke Sunan Kalijaga. Banyak orang yang dating ke tempat ini untuk mencari berkah terutama dalam hal rejeki dan kekayaan.
d. Petilasan Tapa Nguweng (Tapa Kubur) Sunan Kalijaga
Menurut cerita rakyat, tempat ini bekas petilasan Sunan Kalijaga ketika menggembleng diri dengan bertapa ‘nguweng’ atau bertapa dengan mengubur diri seperti orang meninggal.
Banyak orang dating ke tempat ini untuk mencari berkah terutama dalam hal derajat, pangkat dan jabatan.
e. Goa LangsehGoa ini mempunyai 2 ruangan, yaitu ruang atas dan ruang bawah. Menurut cerita rakyat setempat, ruangan goa yang di bawah dipergunakan Sunan Kalijaga bertapa, sedangkan ruang yang atas ada seperti lantai dari batu berbentuk bulat besar, yang konon tempat ini digunakan sarasehan (pertemuan) para walisongo. Dan di atas goa terdapat tanah datar yang dulunya merupakan tempat latihan olah kanuragan para Santri Sunan Kalijaga. Di dalam ruangan goa yang di bawah ada tetesan air yang tersimpan (dalam suatu tandon kecil), dahulu dipergunakan untuk wudlu, dan sampai sekarang tetasan air itu masih ada, namun kecil. Ada sebagian orang yang percaya bahwa air tersebut sangat bertuah dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Obyek-obyek tersebut berada dalam satu lokasi yang saling berdekatan, sehingga mudah dijangkau dalam waktu yang relatif singkat.
Di kawasan tersebut di samping terdapat obyek-obyek di atas, juga mempunyai panorama yang indah terutama dari atas bukit kita dapat melihat pemandangan laut serta bukit dan hutan yang ada di sekitarnya. Dan pada bulan besar / Dzulhijjah, hari kamis minggu terakhir dilaksanakan upacara tradisi sedekah bumi, di atas bukit tersebut.

 Catatan:
Dari tempat parkir kendaraan menuju tempat petilasan,saya melewati anak tangga yang dimana melewati tangga tersebut ditengah tangga terdapat tempat istirahat pertama (Gbr Dbwh) karena menurut saya untuk menuju tempat petilasan tersebut cukup melelahkan karena tangga yang cukup curam setelah itu kita akan menemui kembali tempat istirahat terakhir...
Setelah melewati semua anak tangga sampai lah saya di permukiman warga, sesaat setelah melewati pemukiman warga  menuju tempat petilasan saya menemui makam R Bagus Mataram.dan setelah itu subhanallah saya takjub akan pemandangan dari atas bukit dimana pemandangan laut gresik terlihat sangat  indah...tak jauh dari makam R Bagus Mataram dengan menuruni anak tangga sampailah saya di Goa Langseh
tempat petilasan sunan kalijaga,dengan rasa penasaran dan kagum saya menuju goa Langseh tapi baru sampai dasar goa dengan meuruni tangga yang terbuat dari kayu dan ruangan yg sangat sempit ternyata nyaliku tak cukup untuk menyusuri goa tersebut sendirian....suasana hening dan gelap itu mungkin yang buatku akhirnya memutuskan untuk kembali keatas gua.....
menurut penjaga goa tersebut goa langseh masih dipergunakan oleh orang untuk bertapa,dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bertapa di goa tersebut..."he.he.he.he.. lek kulo mbah ngapunten dereng wantun"
setelah dari goa Langseh saya melanjutkan ke goa macan dan ternyata letak goa tersebut tepat dibawah makam warga sekitar,sayangnya saya tak sempat  masuk kedalam goa tersebut..nyali dan mental saya tak cukup hebat tuk masuk kedalam goa tersebut.....
singkat kata sungguh hebat perjuangan sunan kalijaga dalam melakukan syiar islam ditanah jawa ini....
dan bagi teman-teman yang ingin ketempat petilasan ini,tak perlu keluar uang bamyak untuk bayar tiketnya karena waktu saya kesana free alias gratis,dan kita hanya perlu menyumbang seikhlasnya untuk perawatan goa tersebut....
Menaiki Bukit istirahat pertama


Petunjuk Istirahat terakhir menuju Petilasan

View diatas goa
Jalan Kearah Goa Macan


goa langseh
goa langseh
Diatas Goa Langsih

































    

Tidak ada komentar: